Dari Tangerang ke Bekasi, Zurich Indonesia dan Kitabisa ORG Perluas Dampak Kampung Bebas DBD

Dari Tangerang ke Bekasi, Lawan DBD Bersama Warga
Yana Safitri
September 7, 2026

Tahukah kamu bahwa nyamuk penyebab DBD bisa berkembang biak dari genangan air yang terlihat sepele di sekitar rumah?

Musim hujan sering kali diikuti dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap demam berdarah dengue (DBD). Genangan air, tempat penampungan air terbuka, hingga lingkungan yang kurang terjaga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.

Namun, pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada tindakan ketika kasus sudah terjadi. Perubahan dapat dimulai lebih awal, bahkan dari rumah dan lingkungan tempat masyarakat tinggal.

Semangat inilah yang dibawa melalui Kampung Bebas DBD, program kolaborasi Zurich Indonesia dan Kitabisa ORG yang menggabungkan edukasi, pemantauan lingkungan, penguatan kapasitas masyarakat, dan aksi bersama untuk membangun lingkungan yang lebih sehat dan tangguh terhadap risiko DBD.

Setelah sebelumnya dijalankan di Tangerang dan menunjukkan perubahan positif, semangat Kampung Bebas DBD kemudian diperluas ke Kaliabang Tengah, Bekasi

Ketika Risiko DBD Berada di Sekitar Kita

DBD dapat berawal dari hal-hal yang terlihat sederhana. Genangan kecil setelah hujan, wadah yang menampung air, tempat penampungan air terbuka, hingga lingkungan rumah yang jarang diperiksa dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Kondisi lingkungan dan perubahan pola cuaca juga dapat meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk. Di wilayah tropis seperti Indonesia, hal tersebut membuat upaya pencegahan perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Karena itu, masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai DBD, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali risiko serta melakukan tindakan pencegahan secara mandiri di lingkungannya.

Pendekatan berbasis masyarakat menjadi penting karena perubahan yang berkelanjutan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga.

Berawal dari Tangerang, Perubahan Terlihat dalam Tiga Bulan

Pada 2025, Tangerang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Kampung Bebas DBD.

Melalui program ini, Zurich Indonesia bersama Kitabisa ORG menghadirkan sejumlah intervensi yang melibatkan masyarakat secara langsung. Mulai dari edukasi dari rumah ke rumah, monitoring lingkungan, pelatihan kader Jumantik, kerja bakti, pembentukan bank sampah, hingga vaksinasi DBD.

Edukasi menjadi salah satu fondasi penting. Warga mendapatkan pemahaman mengenai gejala, risiko, dan langkah pencegahan DBD, kemudian diajak menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut menunjukkan hasil yang nyata.

Dalam tiga bulan pelaksanaan program, hasil monitoring menunjukkan jumlah rumah positif jentik turun drastis dari 225 rumah menjadi 19 rumah. Jika sebelumnya sekitar satu dari enam rumah ditemukan positif jentik, setelah intervensi angkanya turun menjadi sekitar 1,5%.

Perubahan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai monitoring rutin serta keterlibatan aktif masyarakat dapat membantu membangun kebiasaan baru dalam menjaga lingkungan.

Upaya pencegahan juga tidak berhenti pada masyarakat dewasa. Ke depan, edukasi mengenai DBD turut diarahkan untuk menjangkau sekolah agar kebiasaan menjaga lingkungan dapat terus diteruskan dari generasi ke generasi.

Dari Edukasi hingga Aksi Bersama

Kampung Bebas DBD dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut menjadi bagian dari solusi.

Dalam rangkaian program di Tangerang, edukasi mengenai DBD diterapkan melalui berbagai aktivitas bersama warga. Volunteer Zurich, kader Jumantik, dan masyarakat turut terlibat dalam sejumlah kegiatan, seperti:

  • Pembuatan spray anti nyamuk, sekaligus belajar membuat produk sederhana yang dapat mendukung upaya pencegahan DBD.
  • Sedekah sampah dan monitoring rumah warga, untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memantau kondisi rumah yang sebelumnya telah mendapatkan edukasi dari kader Jumantik.
  • Vaksinasi DBD gratis bagi warga yang mengikuti program.
  • Kerja bakti dan pengelolaan lingkungan, sebagai bagian dari upaya mengurangi potensi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Pada 12 November 2025, rangkaian kegiatan Kampung Bebas DBD juga dilaksanakan di Kantor Kelurahan Karawaci Baru dengan sekitar 100 partisipan.

Kegiatan mencakup senam sehat, talkshow interaktif, volunteering, vaksinasi, hingga pembagian sembako.

Melalui rangkaian aktivitas tersebut, pencegahan DBD tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan yang dapat dilakukan bersama.

Dampak di Tangerang Membawa Semangat Kampung Bebas DBD ke Bekasi

Hasil positif dari program di Tangerang menjadi salah satu langkah awal untuk membawa semangat Kampung Bebas DBD ke wilayah lainnya.

Pada Juni 2026, Zurich Indonesia bersama Kitabisa ORG melanjutkan program di Kaliabang Tengah, Bekasi.

Kaliabang dipilih sebagai salah satu wilayah intervensi karena pada 2025 menjadi salah satu daerah dengan kasus DBD yang tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pencegahan yang tidak hanya dilakukan ketika kasus terjadi, tetapi juga melalui penguatan masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

Melalui Kampung Bebas DBD, Zurich Indonesia ingin mendorong masyarakat Kaliabang agar memiliki pengetahuan sekaligus kemampuan untuk melakukan pencegahan secara mandiri.

Program ini dirancang bergerak bersama masyarakat selama sekitar enam bulan melalui sejumlah kegiatan, antara lain:

  • pelatihan kader Jumantik,
  • edukasi dari rumah ke rumah,
  • pemeriksaan jentik nyamuk secara rutin,
  • kerja bakti lingkungan, serta
  • pembentukan bank sampah.

Kader Jumantik memiliki peran penting dalam pendekatan ini. Mereka tidak hanya membantu melakukan pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk, tetapi juga menjadi penggerak yang dapat meneruskan edukasi kepada masyarakat di lingkungannya.

Dengan demikian, upaya pencegahan diharapkan dapat terus berjalan bahkan setelah rangkaian program selesai.

Dari Intervensi Menjadi Kebiasaan Bersama

Perjalanan Kampung Bebas DBD dari Tangerang hingga Bekasi menunjukkan bahwa pencegahan DBD membutuhkan lebih dari sekadar satu kegiatan.

Edukasi perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan. Monitoring perlu dilakukan secara konsisten. Sementara masyarakat perlu diberikan ruang dan kapasitas untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungannya sendiri.

Karena itu, Kampung Bebas DBD tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan dalam jangka pendek, tetapi juga pada bagaimana pengetahuan dan kebiasaan pencegahan dapat terus bertahan di tengah masyarakat.

Ketika kader, warga, volunteer, dan berbagai pihak dapat bergerak bersama, lingkungan yang lebih sehat tidak lagi hanya menjadi tujuan program, tetapi dapat tumbuh menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Kolaborasi untuk Membangun Lingkungan yang Lebih Tangguh

Kampung Bebas DBD memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Zurich Indonesia bersama Kitabisa ORG tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga mendorong adanya penguatan kapasitas masyarakat, monitoring, keterlibatan volunteer, serta pengukuran perubahan setelah intervensi dilakukan.

Perjalanan dari Tangerang menuju Bekasi juga menunjukkan bagaimana dampak dari satu wilayah dapat menjadi pembelajaran untuk memperluas program ke wilayah lain yang membutuhkan.

Dengan pendekatan seperti ini, program sosial tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi memiliki peluang untuk meninggalkan pengetahuan, kapasitas, dan kebiasaan yang dapat diteruskan oleh masyarakat.

Bangun Program Sustainability Bersama Kitabisa ORG

Kitabisa ORG merupakan bagian dari ekosistem Kitabisa yang berfokus pada kolaborasi sosial bersama perusahaan, yayasan, komunitas, dan berbagai mitra untuk menghadirkan program berdampak bagi masyarakat.

Kampung Bebas DBD menunjukkan bahwa CSR dapat diarahkan pada perubahan yang konkret. Mulai dari edukasi, penguatan kapasitas masyarakat, monitoring, hingga pengukuran dampak, setiap intervensi dapat dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Jika perusahaan Anda ingin menghadirkan CSR with Impact Reports, membangun program sustainability terukur, atau menjalankan CSR berbasis ESG, Kitabisa ORG siap menjadi mitra melalui pendekatan end-to-end CSR, mulai dari social research, implementasi, monitoring, hingga impact reporting.

Lingkungan yang sehat dimulai dari kepedulian bersama.

‍

Tentang Kitabisa ORG

Kitabisa ORG adalah bagian dari ekosistem Kitabisa yang berfokus pada kolaborasi sosial bersama perusahaan, yayasan, komunitas, dan berbagai mitra untuk menghadirkan program berdampak bagi masyarakat. Melalui sistem pendanaan berkelanjutan, riset sosial, implementasi program, dan pengukuran dampak, Kitabisa ORG mendukung inisiatif keberlanjutan di bidang pemberdayaan, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan.

Follow us