Melangkah Tanpa Batas: Ketika Kaki Palsu Membuka Kembali Kesempatan untuk Bekerja dan Bermimpi

Tugu Insurance dan Kitabisa Hadirkan Kaki Palsu untuk Teman Disabilitas
Alissa Putri Cininta
July 10, 2026

Kehilangan kaki bisa mengubah banyak hal dalam kehidupan seseorang. Mulai dari aktivitas sehari-hari, kesempatan untuk bekerja dan belajar, hingga proses membangun kembali rasa percaya diri. Pak Dadan tahu bagaimana rasanya berada di titik tersebut.

Amputasi pernah menjadi salah satu titik terendah dalam hidupnya. Saat itu, ia baru lima bulan menikah dan merasa malu karena tidak bisa menafkahi keluarga dengan maksimal. Namun, dukungan dari sang istri membantunya perlahan bangkit.

“Saya tahu rasanya hidup tanpa kaki. Makanya saya bikin kaki palsu, supaya teman-teman yang belum mampu bisa melangkah lagi.”

Pengalaman itulah yang kemudian mendorong Pak Dadan membantu orang-orang yang mengalami kondisi serupa. Kini, melalui Yayasan Disabilitas Kaki Palsu, ia membuat kaki palsu agar lebih banyak teman disabilitas mendapatkan kesempatan untuk kembali beraktivitas dan menjalani hidup dengan lebih mandiri.

Karena kaki palsu bukan hanya alat bantu berjalan

Bagi seseorang yang kehilangan anggota tubuh, mendapatkan kaki palsu dapat berarti lebih dari sekadar kembali berjalan.

Ada yang berharap bisa kembali bekerja. Ada yang ingin melanjutkan pendidikan. Ada pula yang hanya ingin menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih leluasa tanpa terus bergantung pada orang lain.

Salah satunya adalah Meri Fitria, 32 tahun, yang sempat berhenti kuliah setelah menjalani amputasi.

“Dulu aku sempat berhenti kuliah karena amputasi. Sekarang lewat kaki palsu ini aku mau pelan-pelan lanjut ngejar mimpi lagi.”

Cerita lain datang dari Wawan, 57 tahun. Sebelumnya, ia bekerja di bus pariwisata. Namun, kecelakaan membuat kakinya harus diamputasi.

Setahun ia menjalani kehidupan tanpa kaki palsu. Kini, setelah mendapatkan kaki palsu, Wawan bisa kembali bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah SPBU.

“Semoga setelah punya kaki palsu ini, kerja saya makin lancar.”

Bagi Meri dan Wawan, kaki palsu tidak serta-merta menghapus seluruh tantangan yang mereka hadapi. Namun, alat bantu ini memberikan kesempatan baru untuk kembali melakukan hal-hal yang sebelumnya menjadi lebih sulit setelah amputasi.

Gotong royong untuk membantu lebih banyak teman disabilitas kembali melangkah

Semangat untuk membantu teman-teman disabilitas inilah yang kemudian diteruskan melalui kolaborasi Tugu Insurance bersama Kitabisa.

Melalui program Double Donation pada Hari Donasi Online Nasional atau HARDOLNAS, setiap donasi yang diberikan masyarakat berkesempatan mendapatkan penggandaan hingga dua kali lipat.

Dari program ini, terkumpul Rp83 juta, termasuk Rp13 juta hasil penggandaan donasi dari Tugu Insurance.

Dukungan tersebut kemudian membantu menghadirkan puluhan kaki palsu dan alat bantu mobilitas bagi teman-teman disabilitas yang membutuhkan.

Lebih dari angka yang terkumpul, setiap bantuan membawa harapan yang berbeda-beda.

Bagi seseorang, mungkin itu adalah kesempatan untuk kembali mencari nafkah. Bagi yang lain, kesempatan melanjutkan kuliah. Atau sesederhana bisa kembali bergerak dengan lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Satu langkah bisa membuka banyak kemungkinan

Perjalanan setiap penyandang disabilitas tentu berbeda. Kehadiran kaki palsu bukan akhir dari seluruh tantangan, tetapi dapat menjadi salah satu langkah penting menuju mobilitas dan kemandirian yang lebih baik.

Karena terkadang, yang dibutuhkan seseorang untuk mulai kembali melangkah bukan hanya alat bantu, tetapi juga dukungan dan kesempatan.

Dari pengalaman Pak Dadan yang pernah berada di titik terendah, kemudian memilih membantu orang lain yang mengalami kondisi serupa, hingga dukungan para donatur dan Tugu Insurance, program ini menunjukkan bagaimana gotong royong dapat membuka kembali kemungkinan-kemungkinan yang sempat tertutup.

Karena bagi sebagian orang, satu langkah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi orang lain, satu langkah bisa berarti kesempatan untuk kembali bekerja, mengejar pendidikan, dan menjalani hidup dengan lebih percaya diri.

Follow us