Banjir bandang yang menerjang Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025 meninggalkan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah dan infrastruktur, tetapi juga mempengaruhi aktivitas ekonomi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih.
Di sejumlah wilayah terdampak, rusaknya sumur serta jaringan pipa air membuat masyarakat kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam proses pemulihan pascabencana, karena meski masa darurat perlahan berlalu, kebutuhan akan air tetap hadir setiap hari.
Melihat kebutuhan tersebut, Bybit Indonesia bersama Kitabisa mengambil bagian dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak melalui pembangunan infrastruktur sumur bor di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Wilayah ini menjadi salah satu titik yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang. Infrastruktur air bersih mengalami kerusakan, termasuk jaringan PDAM yang sebelumnya menjadi sumber utama air bagi masyarakat.
Akibatnya, warga harus menghadapi keterbatasan akses terhadap air untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Untuk membantu menghadirkan kembali sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat, Bybit Indonesia bersama Kitabisa mendukung pembangunan sumur bor di wilayah tersebut.

Proses pengeboran sumur dilaksanakan pada Juli hingga September 2026 melalui tahapan teknis untuk menghadirkan sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Sumur bor ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi sekitar 125 kepala keluarga atau lebih dari 400 warga di Gampong Balee Panah.
Kehadiran sumber air baru diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung proses pemulihan setelah bencana.
Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air dalam kondisi pascabencana, pembangunan sumur ini juga diharapkan dapat menjadi sumber air yang terus dimanfaatkan oleh masyarakat yang sebelumnya telah menghadapi keterbatasan akses air bersih.

Kehadiran sumur bor mendapatkan sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat Gampong Balee Panah.
Bagi warga, tersedianya sumber air memiliki arti penting karena air dibutuhkan dalam hampir seluruh aktivitas sehari-hari, mulai dari minum, memasak, mencuci, menjaga kebersihan, hingga mendukung berbagai aktivitas sosial masyarakat.
Dengan adanya sumber air yang dapat kembali digunakan, warga diharapkan dapat menjalani keseharian dengan lebih baik sekaligus melanjutkan proses pemulihan secara perlahan.
Karena setelah bencana, pemulihan tidak hanya tentang memperbaiki bangunan atau fasilitas yang rusak. Menghadirkan kembali akses terhadap kebutuhan dasar juga menjadi bagian penting agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan.

Pembangunan sumur bor ini terlaksana melalui kolaborasi antara Bybit Indonesia dan Kitabisa untuk menghubungkan dukungan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk terus mendukung masyarakat terdampak bencana di Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen.
Melalui hadirnya sumber air baru di Gampong Balee Panah, semoga salah satu kebutuhan paling mendasar masyarakat dapat kembali terpenuhi dan membantu warga melanjutkan proses pemulihan serta membangun kembali keseharian mereka setelah bencana.
Tentang Bybit & Bybit Indonesia Indonesia
Bybit adalah exchange kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan volume perdagangan, melayani komunitas global yang terdiri dari lebih dari 80 juta pengguna. Didirikan pada tahun 2018, Bybit mendefinisikan ulang keterbukaan di dunia terdesentralisasi dengan menciptakan ekosistem yang lebih sederhana, terbuka, dan setara untuk semua orang.
Di Indonesia, Bybit menyediakan layanan secara lokal melalui PT Enkripsi Teknologi Handal (“Bybit Indonesia”), perusahaan yang berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai entitas yang beroperasi secara lokal dengan kepemimpinan dari dalam negeri, Bybit Indonesia menyelaraskan standar internasional dengan persyaratan regulasi Indonesia, menawarkan akses kepada pengguna ke pasar spot dan sumber daya edukasi lokal, sembari berkomunikasi secara transparan mengenai fitur-fitur yang diperkenalkan untuk pasar Indonesia.